DAFTAR ISI MADZHAB KU

Minggu, 08 Maret 2026

Tadabbur Al-qur'an QS. Muhammad 24



Firman Allah dalam Al-Qur'an, surah Surah Muhammad ayat 24:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

“Mengapa mereka tidak mau merenungkan Al-Qur’an? Apakah hati mereka sudah terkunci sehingga tidak dapat menerima kebenaran yang ada di dalamnya?”

Ayat ini merupakan teguran keras (taubīkh) dari Allah kepada orang yang membaca atau mendengar Al-Qur’an tetapi tidak merenungkan maknanya. Para ulama tafsir menjelaskan ayat ini dari beberapa sudut pandang berikut.


1. Makna “Tadabbur” dalam Al-Qur’an

Kata يَتَدَبَّرُونَ berasal dari kata تَدَبُّر yang berarti memikirkan secara mendalam hingga sampai pada akibat dan hikmah yang tersembunyi di balik sesuatu.

Menurut Ibn Kathir dalam Tafsir Ibn Kathir:

Allah memerintahkan manusia untuk mentadabburi Al-Qur’an, yaitu memahami makna-maknanya, memperhatikan perintah dan larangannya, serta mengambil pelajaran dari kisah-kisahnya.

Artinya membaca saja tidak cukup, tetapi harus disertai:

  • memahami makna
  • merenungkan pesan
  • mengamalkan kandungannya


2. Penjelasan Para Ahli Tafsir

1. Tafsir Ibn Kathir

Menurut Ibn Kathir:

لَوْ تَدَبَّرُوا الْقُرْآنَ حَقَّ التَّدَبُّرِ لَعَلِمُوا أَنَّهُ الْحَقُّ

“Seandainya mereka mentadabburi Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya, mereka pasti mengetahui bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran.”

Maknanya:

  • orang yang merenungi Al-Qur’an akan sampai pada keyakinan
  • tidak mungkin seseorang memahami Al-Qur’an dengan jujur lalu menolaknya


2. Tafsir Al-Qurthubi

Menurut Al-Qurtubi dalam Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an:

في هذه الآية دليل على وجوب تدبر القرآن

“Dalam ayat ini terdapat dalil tentang kewajiban mentadabburi Al-Qur’an.”

Artinya:

  • tadabbur bukan sekadar anjuran
  • tetapi tuntutan bagi setiap muslim sesuai kemampuannya


3. Tafsir At-Tabari

Menurut Al-Tabari dalam Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an:

Makna ayat ini adalah:

Apakah mereka tidak memikirkan hujjah-hujjah Al-Qur’an dan nasihatnya, sehingga mereka mengetahui kebenaran yang ada di dalamnya?

Jadi Al-Qur’an adalah hujjah (argumen) yang kuat. Jika seseorang tidak memahami kebenaran di dalamnya, berarti ada penghalang pada hatinya.


3. Makna “Hati yang Terkunci”

Bagian kedua ayat:

أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“atau hati mereka terkunci”

Menurut para mufassir, ini adalah metafora spiritualKata أَقْفَال berarti kunci atau gembok.

Maknanya:

  • hati tidak bisa menerima kebenaran
  • tidak bisa memahami ayat
  • tidak tergerak oleh nasihat

Menurut Fakhr al-Din al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb:

hati yang terkunci adalah hati yang tertutup oleh dosa dan hawa nafsu sehingga tidak bisa menerima cahaya Al-Qur’an.


Penyebab Manusia Tidak Mau Mentadabburi Al-Qur’an

Para ulama menyebut beberapa sebab utama.


1. Dosa yang Menutupi Hati

Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ

“Jika seorang hamba melakukan dosa, maka akan muncul satu titik hitam di hatinya.” (HR. Tirmidzi)

Semakin banyak dosa: hati menjadi keras, sulit menerima Al-Qur’an


2. Mengikuti Hawa Nafsu

Allah berfirman:

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ

“Tahukah kamu orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.” (QS. Al-Jatsiyah: 23)

Jika seseorang lebih mengikuti keinginan daripada kebenaran, ia tidak akan mau mendalami Al-Qur’an.


3. Membaca Tanpa Kehadiran Hati

Banyak orang membaca Al-Qur’an tetapi:

  • hanya mengejar pahala bacaan
  • tidak memikirkan makna
  • tidak memahami arti ayat

Menurut Al-Hasan al-Basri:

نَزَلَ الْقُرْآنُ لِيُتَدَبَّرَ، فَاتَّخَذُوا تِلَاوَتَهُ عَمَلًا

“Al-Qur’an diturunkan untuk ditadabburi, tetapi manusia menjadikan membacanya sekadar amalan bacaan.”


4. Kesombongan terhadap Kebenaran

Ini adalah penyakit yang banyak disebut dalam Al-Qur’an. Orang yang sombong:

  • tidak mau menerima nasihat
  • menolak ayat yang bertentangan dengan kepentingannya


5. Tidak Memahami Bahasa Al-Qur’an

Banyak orang tidak berusaha memahami makna ayat. Padahal tadabbur membutuhkan:

  • mengetahui arti
  • memahami konteks ayat
  • mempelajari tafsir


Hikmah Besar dari Ayat Ini

Ayat ini memberikan pelajaran penting:

  1. Al-Qur’an diturunkan untuk direnungkan, bukan hanya dibaca.

  2. Hati yang bersih akan mudah menerima kebenaran.

  3. Dosa dan kesombongan menjadi penghalang memahami wahyu.

  4. Tadabbur adalah jalan menuju keimanan yang kuat.