"Hadits Shahih adalah Madzhab-ku" (Imam As-Syafi'i)

"Hadits Shahih adalah Madzhab-ku" (Imam As-Syafi'i)

Menyambut Tahun Baru Hijriah dengan Meningkatkan Ibadah di Bulan Muharram

 


Menyambut Tahun Baru Hijriah dengan Meningkatkan Ibadah di Bulan Muharram

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah mempertemukan kita dengan bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka, tetapi momentum muhasabah, evaluasi diri, dan memperbarui tekad untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ﴾

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)

Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Bahkan Rasulullah ﷺ menyebutnya dengan sebutan yang sangat istimewa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi ﷺ :

«سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ اللَّيْلِ خَيْرٌ، وَأَيُّ الْأَشْهُرِ أَفْضَلُ؟ فَقَالَ: خَيْرُ اللَّيْلِ جَوْفُهُ، وَأَفْضَلُ الْأَشْهُرِ شَهْرُ اللَّهِ الَّذِي تَدْعُونَهُ الْمُحَرَّمَ»

"Bagian malam yang paling baik adalah pertengahannya, dan bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang kalian sebut Muharram."

Perhatikan, Nabi ﷺ menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" (bulan Allah). Semua bulan adalah milik Allah, tetapi mengapa Muharram disandarkan secara khusus kepada-Nya?

Penisbatan ini sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Rajab rahimahullah dalam kitabnya Lathoif Al-Ma’arif, menunjukkan besarnya keutamaan dan kemuliaan bulan Muharam. Beliau rahimahullah berkata,

فَإِنَّ اللَّهَ -تَعَالَى- لَا يُضِيفُ إِلَيْهِ إِلَّا خَوَاصَّ مَخْلُوقَاتِهِ، كَمَا نَسَبَ مُحَمَّدًا وَإِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَغَيْرَهُمْ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ إِلَى عُبُودِيَّتِهِ، وَنَسَبَ إِلَيْهِ بَيْتَهُ وَنَاقَتَهُ

Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menisbatkan kepada diri-Nya, kecuali makhluk-makhluk yang khusus dan tertentu. Sebagaimana Ia menisbatkan Nabi Muhammad, Ishak, Yakub dan nabi-nabi yang lain kepada penghambaan terhadap diri-Nya. Sebagaimana juga Allah Ta’ala menisbatkatkan ka’bah dan unta Nabi Shalih kepada-Nya.”

Sebagaimana Allah menisbahkan para nabi kepada penghambaan-Nya, menisbahkan Ka'bah sebagai Baitullah, dan menisbahkan unta Nabi Shalih sebagai Naqatullah. Maka penyandaran Muharram kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keutamaannya.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Bulan Muharam merupakan bulan yang paling mulia setelah bulan Ramadan. Inilah pendapat yang banyak diambil oleh para ulama. Hasan Al-Basri rahimahullah berkata,

«إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى افْتَتَحَ السَّنَةَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَخَتَمَهَا بِشَهْرٍ حَرَامٍ، فَلَيْسَ شَهْرٌ فِي السَّنَةِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَعْظَمَ عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْمُحَرَّمِ»

"Allah membuka tahun dengan bulan haram, yaitu Muharram, dan menutupnya dengan bulan haram, yaitu Dzulhijjah. Maka tidak ada bulan dalam setahun setelah Ramadan yang lebih agung di sisi Allah daripada Muharram."

Karena itu, Muharram bukanlah bulan untuk bermalas-malasan, tetapi bulan untuk memperbanyak amal saleh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ»

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa salah satu amalan terbaik di bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah.

Lebih khusus lagi, terdapat puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Nabi ﷺ bersabda:

«أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ»

"Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Jamaah rahimakumullah,

Tahun baru Hijriah juga mengingatkan kita pada hijrah Rasulullah ﷺ. Makna hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»

"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR. Bukhari)

Maka hendaknya setiap pergantian tahun menjadi momentum hijrah:

  • Dari lalai menjadi rajin beribadah.
  • Dari meninggalkan shalat berjamaah menjadi menjaga shalat berjamaah.
  • Dari sedikit membaca Al-Qur'an menjadi akrab dengan Al-Qur'an.
  • Dari dosa-dosa lisan menjadi lisan yang dipenuhi dzikir dan kebaikan.
  • Dari permusuhan menjadi persaudaraan.

Allah berfirman:

﴿وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

"Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung." (QS. An-Nur: 31)

أقول قولي هذا، وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.


KHUTBAH KEDUA

الحمد لله رب العالمين، له الحمد الحسن والثناء الجميل، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق التقوى.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ada satu perkara yang perlu kita pahami saat memasuki bulan Muharram. Sebagian masyarakat mengkhususkan malam pertama Muharram dengan berbagai ritual dan ibadah tertentu yang diyakini memiliki keutamaan khusus. Padahal para ulama telah menjelaskan bahwa tidak ada hadis sahih yang menetapkan keutamaan khusus malam pertama Muharram.

Al-Hafizh Ibn Rajab رحمه الله berkata:

«وَلَمْ يَأْتِ شَيْءٌ فِي أَوَّلِ لَيْلَةِ الْمُحَرَّمِ، وَقَدْ فَتَّشْتُ فِيمَا نُقِلَ مِنَ الْآثَارِ صَحِيحًا وَضَعِيفًا، وَفِي الْأَحَادِيثِ الْمَوْضُوعَةِ، فَلَمْ أَرَ أَحَدًا ذَكَرَ فِيهَا شَيْئًا»

"Tidak terdapat riwayat apa pun tentang keutamaan malam pertama Muharram. Aku telah menelitinya dalam berbagai atsar, baik yang sahih, yang lemah maupun yang palsu, dan aku tidak menemukan satu pun yang menyebutkan keutamaan khusus malam tersebut."

Karena itu, semangat kita dalam beribadah harus dibangun di atas ilmu dan tuntunan Rasulullah ﷺ, bukan semata-mata tradisi.

Jamaah rahimakumullah,

Mari jadikan tahun baru Hijriah ini sebagai titik awal perubahan diri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ»

"Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian."

Mungkin tahun lalu kita banyak lalai. Mungkin ada shalat yang kurang khusyuk, Al-Qur'an yang jarang dibaca, sedekah yang minim, dan dosa yang belum ditaubati. Maka Muharram ini adalah kesempatan untuk membuka lembaran baru bersama Allah.

Perbanyaklah:

  • Taubat dan istighfar.
  • Puasa sunnah di bulan Muharram.
  • Qiyamul lail.
  • Membaca Al-Qur'an.
  • Sedekah dan amal sosial.
  • Menjaga shalat berjamaah.

Semoga Allah menjadikan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya dan menjadikan akhir kehidupan kita sebagai akhir yang terbaik.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَعْمَالِنَا، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْعَامَ عَامًا مَلِيئًا بِالطَّاعَاتِ وَالْبَرَكَاتِ وَالْخَيْرَاتِ لِلْمُسْلِمِينَ.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

وصلِّ اللهم وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

"Maka ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahnya kepada kalian. Dan sungguh, mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya), dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan."

Label