Bagaimana Menyambut Ramadhan?
Perbanyak doa agar Allah menyampaikan kita bertemu dengan ramadhan dalam keadaan sehat dan mendapat taufik. Diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan, diajarkan oleh al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma’arif:
Doa lainnya, dibaca ketika hilal mulai terlihat atau di awal bulan ramadhan:
Adapun doa yang ini sebenarnya doa umum yang dibaca Nabi ﷺ setiap bertemu dengan bulan baru, bukan hanya bertemu ramadhan. Namun doa ini sangat indah dibaca di awal bulan ramadhan agar Allah membawa kita pada kebaikan di bulan tersebut dengan keamanan, keimanan, dan bimbingan taufik-Nya.
Kedua: Bahagia Menyambut Ramadhan
Perintah untuk menyambut bulan ini dengan penuh rasa kegembiraan termaktub dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
قَدْ آتََاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِبَرَكَاتٍ فَأكْرِمْ بِهِ
Artinya: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka hendaklah engkau mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah di dalamnya maka hendaklah engkau memuliakannya."
Ketiga: Bertekad Menghapus Dosa dan Maksiat
Penting memiliki tekad mendapatkan ampunan di bulan ramadhan, agar memiliki lembaran baru yang bersih di hadapan Allah setelah ramadhan. Saking besarnya kesempatan mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan, Ibnu Rajab al-Hanbali menukil perkataan salaf:
Nabi ﷺ mengaminkan doa Jibril ‘Alaihis Salam,
Keempat: Berbekal Ilmu Tentang Ramadhan
Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari ramadhan yang akan kita hadapi, bekali dengan ilmu-ilmu terkait dengannya. Ilmu ini akan menuntun kita mendapatkan manfaat yang maksimal ketika bertemu dengan Ramadhan. Diantara ilmu yang harus dipelajari ketika sebelum ramadhan adalah:
Dampak puasa ramadhan
Perkara-perkara yang wajib dilakukan di bulan Ramadhan,
Perkara-perkara yang membatalkan shaum ramadhan
Sunnah-sunnah shaum, seperti: sunnah makan sahur, menyegerakan berbuka, memperbanyak doa sebelum waktu berbuka, qiyam ramadhan, anjuran memperbanyak tilawah al-Quran, kedermawanan di bulan ramadhan.
Perkara-perkara yang mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa ramadhan; dan sebagainya
Sebagai kepala keluarga, ayah memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing anggota keluarga untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari bulan Ramadhan. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mendirikan majelis ilmu tentang Ramadhan di rumah minimal satu kali per pekan. Dalam majelis ini, ayah dapat memimpin diskusi dan pembelajaran bersama keluarga tentang berbagai aspek penting terkait bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan di point ke-4 di atas.
Keenam: Menghadirkan Hati Yang Selamat
Menghadirkan hati yang selamat, yang lapang dan bersih dari permusuhan, iri, dengki, dendam dan kebencian terhadap kaum muslimin. Ketika hati terbebas dari beban-beban negatif tersebut, jiwa menjadi lebih tenang dan terbuka untuk menerima berbagai keberkahan Ramadhan dengan sepenuh hati.
Selain itu, membebaskan diri dari permusuhan dengan sesama manusia memungkinkan untuk memperkuat hubungan sosial yang harmonis, yang pada gilirannya menciptakan lingkungan yang mendukung dalam ibadah.
- اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَسَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ، وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا مُتَقَبَّلًا
- اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
- اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا فِي رَمَضَانَ هٰذَا رِضْوَانَكَ، وَعِتْقًا مِنَ النِّيرَانِ، وَقَبُولًا لِلْأَعْمَالِ
- اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَحِفْظِ اللِّسَانِ
- اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا فِي رَمَضَانَ، وَارْحَمْنَا فِيهِ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
- اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
- اللَّهُمَّ غَيِّرْ أَحْوَالَنَا إِلَى أَحْسَنِ الْأَحْوَالِ فِي رَمَضَانَ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَالرِّيَاءِ