Memakmurkan Masjid, Menghidupkan Dakwah, dan Meneguhkan Peran Pengajian dalam Mewujudkan Masyarakat Islam
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam, tempat bertemunya iman, ilmu, dan amal. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan dalam memakmurkan masjid dan membangun masyarakat Islam.
Pengajian perdana dalam lingkungan Muhammadiyah bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan langkah awal dalam menghidupkan kembali fungsi masjid, meneguhkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
1. Memakmurkan Masjid: Tanda Iman atau Buah Iman?
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Analisis Ayat
Ayat ini menunjukkan dua sisi yang saling melengkapi:
Memakmurkan masjid adalah tanda keimanan
Keimanan yang benar melahirkan semangat memakmurkan masjid
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah pembatasan (ḥaṣr), artinya tidaklah benar-benar memakmurkan masjid kecuali orang yang memiliki iman yang sahih.
Sementara itu, dalam hadits Nabi ﷺ:
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسَاجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ
Kesimpulan
Hubungannya bersifat timbal balik:
Iman → mendorong memakmurkan masjid
Memakmurkan masjid → menguatkan iman
Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi pusat:
ibadah
pendidikan
pembinaan umat
2. Muhammadiyah: Gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Sejak didirikan oleh Ahmad Dahlan, Muhammadiyah hadir sebagai gerakan tajdid (pembaharuan) yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Allah ﷻ berfirman:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Hakikat Dakwah Muhammadiyah
Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, tetapi:
gerakan dakwah
gerakan tajdid
gerakan sosial-keumatan
KH. Ahmad Dahlan menekankan bahwa Islam harus:
“hidup dan menghidupkan”
Artinya:
Islam tidak cukup dipahami, tetapi harus diamalkan
Dakwah tidak berhenti pada lisan, tetapi diwujudkan dalam amal nyata
Tokoh Muhammadiyah Buya Hamka menyatakan:
“Agama bukan hanya ibadah, tetapi juga pergerakan untuk memperbaiki kehidupan.”
3. Pengajian: Sarana Konkret Menuntut Ilmu
Pengajian adalah jantung dari pergerakan dakwah. Tanpa ilmu, amal menjadi lemah dan dakwah kehilangan arah.
Allah ﷻ berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka ketahuilah (berilmulah), bahwa tidak ada ilah selain Allah…”
(QS. Muhammad: 19)
Keutamaan Majelis Ilmu
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Dan juga:
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ...
Fungsi Strategis Pengajian
Pengajian bukan hanya rutinitas, tetapi:
tazkiyatun nafs (penyucian jiwa)
ta’lim (transfer ilmu)
tathbiq (aplikasi dalam kehidupan)
4. Menuju Masyarakat Islam yang Sebenarnya
Muhammadiyah memiliki cita-cita besar:
“Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.”
Ini bukan slogan, tetapi proyek peradaban yang dimulai dari:
Individu beriman
Masjid yang makmur
Pengajian yang hidup
Dakwah yang aktif
Imam Hasan Al-Bashri berkata:
“Ilmu itu bukan sekadar hafalan, tetapi yang melahirkan rasa takut kepada Allah.”
Artinya:
Pengajian harus melahirkan perubahan
Ilmu harus berbuah amal
Penutup: Seruan Aksi
Pengajian perdana ini harus menjadi titik awal:
menghidupkan masjid
menguatkan ukhuwah
meneguhkan dakwah
membangun masyarakat Islam
Mari kita renungkan:
Apakah kita sudah memakmurkan masjid?
Apakah kita sudah menjadi bagian dari dakwah?
Apakah kita istiqamah dalam pengajian?
Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang disebut dalam firman-Nya:
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ
Doa Penutup
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عُمَّارِ مَسَاجِدِكَ، وَمِنَ الدُّعَاةِ إِلَى سَبِيلِكَ، وَمِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ
“Ya Allah, jadikan kami termasuk orang-orang yang memakmurkan masjid-Mu, menyeru di jalan-Mu, dan termasuk ahli ilmu serta amal shalih.”