BAHAYA WAS-WAS: TIPU DAYA SETAN YANG MERUSAK IBADAH
Apa itu was-was?
الْوَسْوَسَةُ هِيَ إِلْقَاءٌ خَفِيٌّ فِي الْقَلْبِ، يُرَادُ بِهِ صَرْفُ الْإِنْسَانِ عَنِ الْحَقِّ أَوْ إِغْرَاؤُهُ بِالْبَاطِلِ.
“Was-was adalah bisikan tersembunyi yang dimasukkan ke dalam hati, yang bertujuan memalingkan manusia dari kebenaran atau mendorongnya kepada kebatilan.”
Was-was adalah bisikan yang muncul dalam hati dan pikiran, terutama bisikan yang membuat seseorang ragu, takut, cemas, dan terus mempertanyakan sesuatu tanpa alasan yang jelas. Allah ﷻ berfirman:
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
“Dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia.” (QS. An-Nās: 4–5)
Salah satu sasaran was-was adalah ibadah kita.
- Seseorang sudah berwudu, tetapi muncul keraguan, “Jangan-jangan wuduku belum sempurna.”
- Sudah selesai salat, muncul keraguan, “Jangan-jangan tadi ada yang salah.”
- Sudah bertakbir, muncul pikiran, “Apakah niatku sudah benar?”
1. Hadits tentang tinggalkan yang meragukan
Rasulullah ﷺ bersabda:
دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَىٰ مَا لَا يَرِيبُكَ
“Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju apa yang tidak meragukanmu.” (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i)
Maknanya bukan setiap keraguan harus membuat kita meninggalkan sesuatu, tetapi seorang Muslim dianjurkan memilih perkara yang jelas dan menenteramkan, serta meninggalkan perkara yang mengandung keraguan, khususnya dalam perkara yang memang belum jelas hukumnya.
2. Hadis tentang jangan mengikuti keraguan dalam salat
Ini bahkan lebih spesifik untuk was-was dalam ibadah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ، فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا، فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ، وَلْيَبْنِ عَلَىٰ مَا اسْتَيْقَنَ
“Apabila salah seorang di antara kalian ragu dalam salatnya sehingga tidak tahu apakah telah salat tiga atau empat rakaat, maka hendaklah ia membuang keraguannya dan berpegang pada apa yang diyakininya.” (HR. Muslim)
3. Ketika seseorang ragu apakah wudunya batal atau tidak, Nabi ﷺ bersabda:
فَلَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
“Janganlah ia meninggalkan salatnya sampai ia mendengar suara atau mencium bau.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan prinsip penting:
Keyakinan tidak gugur hanya karena keraguan.
Kalau kita yakin sudah berwudu, kemudian muncul keraguan apakah wudu kita batal, maka jangan pedulikan keraguan tersebut sampai ada kepastian.
Was-was juga dapat menyerang keimanan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ
“Setan datang kepada salah seorang di antara kalian lalu berkata, ‘Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?’ hingga akhirnya berkata, ‘Siapa yang menciptakan Tuhanmu?’ Jika sampai demikian, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dan berhenti.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata yang sangat penting: وَلْيَنْتَهِ “Dan hendaklah dia berhenti.”
Setan dapat membisikkan berbagai pertanyaan tentang Allah, agama, dan perkara-perkara iman. Para sahabat pun pernah mengalami bisikan yang sangat berat.
Mereka datang kepada Rasulullah ﷺ dan mengeluhkan bisikan tersebut. Nabi ﷺ bersabda:
ذَاكَ صَرِيحُ الْإِيمَانِ
“Itulah tanda keimanan yang nyata.” (HR. Muslim)
Mengapa?
Karena mereka membenci bisikan tersebut dan tidak menerimanya.
Maka jangan merasa berdosa hanya karena muncul pikiran buruk yang tidak kita kehendaki. Yang harus dilakukan adalah tidak mengikuti dan tidak melayani bisikan tersebut.
Allah ﷻ juga telah mengajarkan kepada kita ketika menghadapi gangguan setan:
فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
“Maka berlindunglah kepada Allah.” (QS. Fuṣṣilat: 36)
Karena itu, ketika was-was datang, ucapkan:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Kemudian abaikan bisikan tersebut dan lanjutkan ibadah.
Jangan terus-menerus bertanya kepada diri sendiri.
“Benar atau tidak?”
“Sah atau tidak?”
“Kurang atau tidak?”
Jika setiap keraguan kita ikuti, maka was-was akan semakin kuat.
Ada satu kaidah penting yang perlu kita ingat:
الْيَقِينُ لَا يَزُولُ بِالشَّكِّ
“Keyakinan tidak dapat dihilangkan hanya dengan keraguan.”
Islam adalah agama yang mudah dan tidak menghendaki kesulitan.
Allah ﷻ berfirman:
مَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dia tidak menjadikan kesulitan bagi kalian dalam agama.” (QS. Al-Ḥajj: 78)
Maka jangan biarkan setan mengubah ibadah yang seharusnya mudah menjadi sesuatu yang sangat berat.
Berwudulah dengan wajar. Salatlah dengan tenang. Jika sudah selesai, jangan mengulang hanya karena keraguan.
Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari bisikan setan, memberikan ketenangan hati, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang teguh dalam iman dan ibadah.
Marilah kita mengingat tiga perkara dalam menghadapi was-was.
Pertama, berlindunglah kepada Allah.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Kedua, jangan melayani was-was.
Tidak semua yang terlintas dalam pikiran adalah kebenaran. Jangan ikuti keraguan yang tidak berdasar.
Ketiga, peganglah keyakinan.
Jika kita yakin sudah berwudu, maka tetaplah berwudu sampai ada kepastian bahwa wudu itu batal.
Jika kita telah menyelesaikan ibadah dengan benar, jangan mengulanginya hanya karena keraguan.
Setan ingin membuat manusia jauh dari Allah. Salah satu caranya adalah membuat manusia ragu terhadap ibadahnya sendiri, sehingga akhirnya ia merasa lelah, bosan, bahkan meninggalkan ibadah.
Jangan beri kesempatan kepada setan.
Ketika was-was datang, berlindunglah kepada Allah, abaikan, dan lanjutkan ibadah.
Semoga Allah memberikan kepada kita hati yang tenang, iman yang kuat, dan ibadah yang benar.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَنَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ.
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ، وَاحْفَظْ إِيمَانَنَا، وَأَصْلِحْ قُلُوبَنَا وَأَعْمَالَنَا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
