"Hadits Shahi adalah Madzhab-ku" (Imam As-Syafi'i)

"Hadits Shahi adalah Madzhab-ku" (Imam As-Syafi'i)

Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Perumpamaan orang yg berdzikir kepda Allah dengan orang yg tidak berdzikir kepada-Nya adalah seperti orang hidup dan orang yg mati. (HR. Bukhori)

Dzikir Setelah Sholat Fardhu

oleh :
ARIS ALFIAN RISWANDI
Cilawang, 26 Januari 2015
Semoga catatan ini dapat mempermudah para santri dan juga para jamaah Masjid Jaami' Al-Falah pada khususnya, dan para pembaca sekalian pada umumnya, dalam mempelajari Dzikir-dzikir setelah Sholat Fardhu yang disabdakan dan dicontohkan oleh Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam.-(Penulis)

Dzikir secara mutlak, yaitu dzikir yang diperintahkan tanpa ada ikatan waktu, tempat, atau jumlah tertentu, maka dzikir semacam ini tidak boleh dilakukan dengan menentukan jumlah-jumlah yang dikhususkan seperti seribu kali dan semisalnya. sebagaimana dalam firman-Nya: 

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya". (QS. al-Ahzab: 41)

Dzikir muqoyyad, yaitu dzikir-dzikir yang dianjurkan supaya dilakukan dengan kalimat tertentu, waktu tertentu, tatacara tertentu dan hitungan tertentu, seperti ucapan : Subhanalloh 33 kaliAlhamdulillah 33 kali, dan Allohu Akbar 33 kali, dan hitungan paling banyak yang pernah dianjurkan oleh Nabi adalah 100 kali, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam :

"Barang siapa mengucapkan Subhanallohi wabihamdihi setiap hari seratus kali, maka dihapus dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR.Bukhori dan Muslim)

Dzikir setelah Shalat Fardhu merupakan Dzikir Muqoyyad  yang bacaan serta tatacaranya disyari'atkan oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun tatacara yang disyari’atkan dalam dzikir diantanya adalah :
1. Membaca dzikir dengan cara Sir (pelan/tidak mengeraskan Suara)
2. Menghitung dengan Ruas-Ruas Jari atau ujung-ujungnya
3. Berdzikir sendiri-sendiri

Demikianlah beberapa tatacara berdzikir, lebih jelasnya Insya Allah akan diuraikan pada catatan berikutnya tentang "Dalil-Dalil Shahih tentang Tatacara Berdzikir"
_________________________________________________________________________________


Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Berikut Hadits-Hadits yang menyebutkan tentang Dzikir setelah Sholat Fardhu:

1. Hadits dari Tsauban radhiallahu 'anhu dia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ "اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ", قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

"Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, beliau akan meminta ampunan (Istighfar) tiga kali dan memanjatkan doa Allaahumma Antassalaam dst...(Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Engkau-lah segala keselamatan, Maha Besar Engkau wahai Dzat Pemilik keagungan dan kemuliaan)." Al-Walid berkata, "Maka kukatakan kepada Al-Auza’i, "Lalu bagaimana bacaan meminta ampunnya?" dia menjawab, "Engkau ucapkan saja "Astaghfirullah, Astaghfirullah".” (HR. Muslim no. 591)

2. Hadits dari Aisyah radhiallahu 'anha dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ إِلَّا مِقْدَارَ مَا يَقُولُ "اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ"

"Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan salam, beliau tidak duduk selain seukuran membaca bacaan "Allahumma Antassalaam dst..." (Ya Allah, Engkau adalah Dzat Pemberi keselamatan, dan dari-Engkau-lah segala keselamatan, Maha Besar Engkau Dzat Pemilik keagungan dan kemuliaan)." (HR. Muslim no. 932)

3. Hadits dari Mughirah bin Syu'bah radiallahu'anhu 

Dalam Hadits Imam Al-Bukhari disebutkan dari Abdul Malik bin Umair dari Warrad (juru tulis Mughirah bin Syu'bah) dia berkata : Mughirah bin Syu'bah mendiktekan kepadaku -surat untuk Muawiyah- bahwa Nabi sallallahu 'alaihi wasallam biasa mengucapkan dibelakang sholat fardhu :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ, اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

"Tiada sesembahan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak bermanfaat pemilik kekayaan, dan dari-Mulah segala kekayaan." (Fathul Baari-HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 593)
Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Kitab Fathul Baari menyebutkan : "Ada Tambahan Dzikir yang sering diucapakan, yaitu kalimat ولا راد لما قضيت  (dan tidak ada yang menolak apa yang telah engkau putuskan). Lafazh tambahan ini terdapat dalam Musnad abd bin Humaid dari riwayat Ma'mar, dari Abdul Malik bin Umair, tetapi tanpa menyebutkan lafazh وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ . lalu dalam Ath-Thabrani kedua kalimat itu disebutkan bersamaan.

4. Hadits dari Abdullah bin Az-Zubair radiallahu'anhu 

Bahwa seusai shalat setelah salam, beliau sering membaca;

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ, لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ, لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَاإِلَهَ إِلَّااللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ. 
وَقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

"(Tiada sesembahan yang hak selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya selaga puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Tiada sesembahan yang hak selain Allah, dan Kami tidak beribadah selain kepada-Nya, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, hanya bagi-Nya ketundukan, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai)." Dan beliau (Ibnu Az-Zubair) berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu bertahlil dengan kalimat ini setiap selesai shalat." (HR. Muslim no. 594)

5. Dari Abu Hurairah rodiallahu'anhu

Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَاإِلَهَ إِلَّااللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

"Barangsiapa yang sehabis shalat bertasbih kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan, dan untuk menggenapkan jadi seratus dia membaca: "Laa haula Walaa Quwwata dst...", maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim no. 597, Bukhori 844, An-Nawawi 5/245)
Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Kitab Fathul Baari menyebutkan : "Demikian yang terdapat pada kebanyakan hadits, yakni mendahulukan TASBIH daripada TAHMID lalu mengakhirkan TAKBIR.
KESIMPULAN :
Berdasarkan beberapa hadits diatas, Dzikir setelah sholat fardhu dapat disimpulkan sebagai berikut :

Pertama Membaca :
أَسْتَغْفِرُ اللهَ, أَسْتَغْفِرُ اللهَ, أَسْتَغْفِرُ اللهَ 

Kedua Membaca :

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Ketiga Membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَمَانِعَ لِمَاأَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَامَنَعْتَ وَلاَيَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Kempat Membaca:

لاَإِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَعَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّبِاللهِ، لاَإِلَهَ إِلاَّاللهُ وَلاَنَعْبُدُإِلاَّإِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُالْحَسَنُ، لاَإِلَهَ إِلاَّاللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Kelima Membaca:
سُبْحَانَ اللهُ 33x


Keenam Membaca:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ 33x

Ketujuh Membaca:
اَللهُ أَكْبَرُ 33x

Kedelapan Membaca:
(Dilengkapi menjadi seratus dengan membaca :)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ


SEMOGA BERMANFAAT


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.